Baca Juga: Mendag Busan Buka Pasar Murah Ramadan, Harga Minyakita Turun Pascaterbitnya Permendag Baru
Fasilitasi Kurasi dan Ritel Modern
Campuspreneur tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga memberikan dukungan teknis melalui program UMKM BISA Ekspor (Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor).
Dukungan ini mencakup fasilitasi pelatihan, kurasi produk, hingga business matching dengan pembeli potensial di luar negeri.
Di sisi lain, bagi mahasiswa yang ingin memperkuat pasar dalam negeri, Kemendag telah menggandeng jaringan ritel modern.
“Adik-adik dapat menjalin kerja sama dengan ritel modern yang membawahi berbagai toko serba ada dan pusat perbelanjaan. Akan kurasi produk adik-adik mahasiswa, yang jika produknya bagus, bisa langsung dipasarkan,” jelas Budi.
Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim, menambahkan bahwa ekosistem ini akan didukung penuh oleh jaringan perwakilan perdagangan RI di luar negeri, asosiasi bisnis, dan lembaga pembiayaan guna menjamin keberlanjutan usaha mahasiswa.
Baca Juga: Taruh Harap di Pasar Palembang Jelang Ramadhan, Mendag Busan Pastikan Harga Bapok Stabil
Jembatan Riset dan Kewirausahaan
Rektor UNS, Hartono, menyambut baik inisiatif ini sebagai jembatan strategis transformasi kewirausahaan kampus.
Ia berharap riset-riset inovatif mahasiswa dapat dikonversi menjadi produk bernilai komersial yang kompetitif di kancah global.
“Kami ingin melihat lahirnya startup mahasiswa yang mampu menembus pasar ekspor, memiliki produk inovatif berbasis riset yang berdaya saing global, serta membangun ekosistem kewirausahaan kampus yang kuat,” imbuh Hartono.






