Meskipun sebagian besar stabil, Mendag mencatat adanya komoditas yang masih bertengger di atas harga acuan, seperti gula pasir yang mencapai Rp18.000/kg dan cabai rawit merah di angka Rp60.000/kg.
Kesaksian Pedagang: Distribusi Kembali Lancar
Para pedagang di Pasar Gambir mengakui adanya perbaikan signifikan dalam rantai pasok. Pandi, pemilik Toko Sembako AJ, mengungkapkan bahwa stok beras SPHP tetap melimpah bahkan sejak masa transisi pascabencana.
Baca Juga: Mendag Busan Buka Pasar Murah Ramadan, Harga Minyakita Turun Pascaterbitnya Permendag Baru
“Untuk stok beras SPHP aman dan selalu disuplai. Saat ini, beras SPHP ukuran 5 kilogram dijual Rp61.000 atau Rp12.200/kg, masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.000/kg,” ucap Pandi.
Hal senada disampaikan Simanjuntak, pedagang bapok lainnya. Ia mengenang sulitnya mendapatkan pasokan saat banjir mengepung Tebing Tinggi beberapa bulan lalu.
“Kalau dibandingkan waktu bencana banjir, saat itu sempat kosong karena distribusi terganggu dan transportasi tidak lancar,” tuturnya.
Keberhasilan pemulihan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi lokal di Sumatra Utara. Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus memonitor daerah-daerah yang rawan gangguan distribusi guna mencegah terjadinya spekulasi harga di tingkat konsumen. (*)






