Baca Juga: Mendag Budi Santoso Pacu Ekonomi Komunitas Lewat Festival Burung Berkicau dan Bazar UMKM
Fokus ke depan adalah penyediaan program capacity building bagi UMKM Indonesia, mencakup pelatihan ekspor, penguatan branding, hingga pendampingan cross-border e-commerce.
President IPBA, Darmilo Sosa, turut mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia. Ia meyakini kolaborasi ini menciptakan peluang pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.
“Masa depan pertumbuhan ASEAN terletak pada kolaborasi. Dengan dibentuknya IPBA, Indonesia dan Filipina menciptakan peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Darmilo.
Filipina Sebagai Mitra Dagang Utama
Filipina merupakan pasar vital bagi Indonesia, menempati urutan ke-8 tujuan ekspor dengan nilai mencapai USD 10,22 miliar pada tahun 2025.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso Bidik Ekspor UMKM Rp2,6 Triliun dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Sebaliknya, Indonesia berada di posisi ke-4 sebagai pemasok utama kebutuhan impor Filipina. Produk unggulan seperti logam, konsentrat bijih logam, dan minyak nabati menjadi komoditas potensial yang terus diperkuat posisinya di pasar Filipina. (*)






