URBANCITY.CO.ID – Narasi besar tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia kini tak lagi cukup jika hanya berhenti di deretan angka statistik. Ada tuntutan agar geliat industri, terutama hilirisasi, mampu menyentuh langsung urusan perut dan kemandirian warga.
Gagasan inilah yang menyeruak dalam bedah buku Indonesia Naik Kelas karya Dany Amrul Ichdan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu, 11 Februari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang hadir dalam forum tersebut, memberikan catatan tebal. Baginya, pembangunan smelter jangan sampai menjadi menara gading. Hilirisasi harus menjadi lokomotif yang menarik gerbong sumber daya manusia lokal.
“Program hilirisasi dan industrialisasi harus beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat, sehingga tercipta berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sangat penting untuk mewujudkan ekonomi tanpa ketimpangan,” ujar Muhaimin.
Baca Juga: MIND ID Dorong Inovasi dan Green Skills di HC Summit 2025
Senada dengan Muhaimin, Dany Amrul Ichdan yang juga menjabat Wakil Direktur Utama MIND ID, menegaskan bahwa kekayaan alam hanyalah modal awal. Baginya, instrumen dan strategi pengelolaan adalah penentu apakah Indonesia benar-benar bisa “naik kelas” atau sekadar menjadi penonton di pasar global.
“Kita diberkahi sumber daya alam yang hari ini justru menjadi komoditas paling relevan di ekonomi global. Ini bukan sekadar kekayaan alam, ini adalah potensi yang besar,” kata Dany.
Dany menekankan bahwa esensi dari kenaikan kelas sebuah bangsa terletak pada inklusivitas. Hilirisasi yang dilakukan Grup MIND ID, menurutnya, dirancang untuk menciptakan efek rembesan ekonomi yang luas.




