URBANCITY.CO.ID – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan rute internasional, khususnya yang melintasi kawasan Timur Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat (AS).
Ketegangan tersebut mulai berdampak pada jadwal penerbangan global, termasuk pembatalan rute oleh sejumlah operator internasional.
Dudy menjelaskan bahwa situasi di ruang udara Timur Tengah sangat dinamis. Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak.
“Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi,” tutur Menhub Dudy di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga: Serangan Udara AS-Israel Hantam Sekolah Dasar di Iran, 51 Siswi Dilaporkan Tewas
Daftar Maskapai yang Batalkan Penerbangan
Sejumlah maskapai asing dilaporkan telah menghentikan operasional dari dan menuju kota-kota di Timur Tengah. Beberapa di antaranya adalah Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Singapore Airlines, Scoot, Malaysia Airlines, hingga China Southern Airlines.
Sementara itu, maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan ketat, dan Ethiopian Airlines tetap beroperasi namun menghindari zona merah seperti Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).
Kondisi ini diperparah dengan langkah beberapa negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Suriah yang menutup ruang udara mereka untuk penerbangan komersial maupun pribadi.




