URBANCITY.CO.ID – Di Ruang Permanent Trade Exhibition (PTE) Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026, suasana riuh oleh diplomasi meja makan. Kemendag fasilitasi perjodohan bisnis eksportir lokal di ruang pamer guna menjaring pasar tujuh negara.
Hari itu, Kementerian Perdagangan tak sedang menggelar seremoni biasa, melainkan menjahit “perjodohan” bisnis antara eksportir lokal anggota InaExport dengan perwakilan dagang dari tujuh negara: Rumania, Mauritania, Ekuador, Meksiko, Portugal, Tiongkok, hingga Jerman.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut ajang business networking ini sebagai jembatan pendek bagi pelaku usaha untuk menembus birokrasi pasar global.
“Melalui business networking ini, kami pertemukan para pelaku usaha dengan perwakilan dagang dari berbagai negara. Semoga kesempatan ini membuka peluang kerja sama dan potensi pengembangan ekspor bagi produk unggulan kita,” ujar Roro.
Baca Juga: Kemendag Tekankan Peran Kebijakan Perdagangan, Ikhtiar Memoles Galangan Nasional
Strategi “jemput bola” ini mempertemukan produk-produk seperti kosmetik Purbasari hingga produk kesehatan dari PT Sinkona Indonesia Lestari langsung di depan mata para duta besar dan atase perdagangan.
Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Arief Wibisono, menekankan bahwa kepercayaan adalah komoditas utama dalam pertemuan ini. “Business networking jadi kesempatan untuk perwakilan dagang asing mengenal produk Indonesia dan membuka peluang kerja sama,” katanya.
Sinyal positif datang dari Duta Besar Rumania, Dan Adrian Bălănescu. Ia membidik celah dari perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang segera berlaku.




