Forum ini diproyeksikan menjadi wadah pertukaran keahlian bagi pelaku industri pariwisata dari negara-negara ASEAN dan Jepang.
Baca Juga: Saatnya Desa Wisata di Kabupaten Bogor Berbenah
Pariwisata Berkelanjutan dan Desa Wisata
Selain wisata kebugaran, pertemuan ini turut menyoroti pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan pariwisata berbasis komunitas (community-based tourism).
Widiyanti menekankan bahwa pengembangan desa wisata tetap menjadi prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian budaya.
Kedua pihak juga menjajaki potensi kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata. Program ini mencakup pertukaran praktik terbaik (best practices) serta penguatan people-to-people exchange guna mempererat hubungan antar masyarakat di kawasan.
Melalui kemitraan dengan ASEAN-Japan Centre, Indonesia optimistis dapat meningkatkan daya tarik destinasi domestik di mata wisatawan Jepang sembari mengukuhkan posisi sebagai pemimpin pasar wisata kesehatan di Asia Tenggara. (*)






