URBANCITY.CO.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen kementeriannya untuk menjaga transparansi dan memperkuat sinergi dengan parlemen dalam mengawal peta jalan pariwisata nasional.
Hal ini disampaikan Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI yang membahas rencana kerja tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah dampak turbulensi geopolitik di Timur Tengah terhadap kunjungan wisatawan mancanegara.
Widiyanti menyebut, pemerintah telah menyiapkan langkah preventif agar sektor pariwisata tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Dorong Japan Airlines Buka Penerbangan Langsung ke Yogyakarta dan Bali
“Sebagai langkah mitigasi, kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap, seiring perkembangan situasi geopolitik. Kami berharap kondisi global segera membaik,” kata Widiyanti Putri.
Sorotan Anggaran dan Optimalisasi Pasar ASEAN
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh P. Daulay, merespons paparan tersebut dengan memberikan sejumlah catatan kritis.
Komisi VII meminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melakukan peninjauan ulang struktur anggaran pada setiap unit eselon I agar lebih proporsional dan tepat sasaran.
Selain itu, DPR mendorong Kemenpar untuk mengalihkan fokus utama ke pasar wisatawan Asia Tenggara (ASEAN) sebagai langkah taktis di tengah lesunya pasar global lainnya.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Putri dan ASEAN-Japan Centre Perkuat Kolaborasi Wellness Tourism di Bali




