Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menambahkan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar label religi, melainkan standar mutu dan keamanan.
“Kebijakan ini tidak hanya memberikan jaminan kualitas, keamanan, serta kepercayaan konsumen, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi produk modest fashion Indonesia di pasar global,” tutur Reni.
Inklusivitas dan Dampak Ekonomi
Industri ini juga menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, terdapat sekitar 594 ribu industri kecil pakaian jadi yang menyerap 1,2 juta tenaga kerja.
Baca Juga: Kemenperin Akselerasi SIINas di Kalimantan Utara: Bangun Kebijakan Industri Berbasis Data Akurat
Menariknya, tren modest fashion kini tak lagi eksklusif milik umat muslim, melainkan telah menjadi gaya hidup lintas budaya yang mengedepankan aspek ethical fashion dan keberlanjutan.
Guna menjaga momentum ini, Kemenperin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk gelaran Ramadan Runway yang tahun ini memasuki edisi ke-14. Acara ini dipandang sebagai ruang ekspresi kreatif bagi desainer lokal untuk menampilkan identitas bangsa melalui tekstil berkualitas tinggi.
“Diharapkan acara ini mampu menjadi ruang ekspresi kreatif bagi para desainer untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menginspirasi gaya berbusana yang santun, berkarakter, dan tetap mengikuti perkembangan tren modern,” pungkas Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan. (*






