URBANCITY.CO.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap mengobral 110 blok minyak dan gas bumi (migas) melalui mekanisme tender.
Langkah agresif ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan ketergantungan impor dan mewujudkan swasembada energi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, target swasembada energi tidak boleh sekadar menjadi urusan administratif, melainkan harus dijawab dengan terobosan struktural. Menurutnya, pengelolaan sumber daya dalam negeri saat ini masih jauh dari optimal.
“Di samping itu, Kementerian ESDM akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi,” ujar Bahlil dalam Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat HIPMI di Makassar, Minggu, 15 Februari 2026.
Baca Juga: Menteri ESDM: Mudik 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi DaerahÂ
Optimalisasi Puluhan Ribu Sumur Idle
Salah satu ganjalan utama dalam meningkatkan lifting migas nasional adalah banyaknya sumur tua yang tidak lagi produktif. Bahlil mengungkapkan, dari sekitar 40.000 sumur minyak yang ada di Indonesia, hampir separuhnya dalam kondisi menganggur atau idle.
Tercatat hanya sekitar 17.000 hingga 18.000 sumur yang saat ini aktif berproduksi. Untuk mengatasinya, pemerintah membuka pintu lebar bagi kolaborasi teknologi guna merevitalisasi sumur-sumur tersebut.
Selain fokus pada sumur tua, Kementerian ESDM juga mempercepat realisasi lapangan migas yang sudah memiliki Plan of Development (POD).
Penguatan Sektor Hilir dan RDMP Balikpapan




