Lebih dari itu, Menteri Riefky melihat potensi acara ini sebagai ajang kolaborasi untuk mengembangkan intellectual property (IP) lokal agar mampu bersaing di tingkat global.
Menuut dia, saat ini adalah zamannya bisnis IP dan IP derivatif. Karya kreatif tidak berhenti di desain toys atau komik, tetapi dapat berkembang menjadi film, animasi, hingga gim.
Baca Juga: Wamenekraf Apresiasi USS Yard Sale Ciptakan Lapangan Kerja Untuk Generasi Muda
“Karena itu, dukungan ekosistem, baik dari pemerintah maupun swasta seperti Provaliant menjadi penting agar para kreator dapat fokus menghasilkan karya, sementara aspek pengembangan dan komersialisasi dikelola secara kolaboratif,” ujar Menteri Ekraf.
Founder & CEO SACCA Production sekaligus Promoter The Jakarta Toys & Comics Fair, Riza Satyagraha, menegaskan bahwa acara ini telah menjadi pilar bagi industri kreatif.
Ini adalah tahun ke-21 Jakarta Toys & Comics Fair sejak pertama kali digelar pada 2005. Meski sempat tertunda satu tahun saat pandemi, kami bersyukur acara ini bisa terus berjalan dan menjadi ruang bertemunya pelaku industri kreatif, komunitas kolektor, hingga brand lokal dan internasional
“Tujuannya, agar kreativitas lokal mampu bersaing dan sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya di sektor fashion dan industri kreatif,” ujar Riza.
Baca Juga: Perluas Pasar Ekraf, Kemenekraf MoU dengan Kemendag dan BSSN
Sementara itu, Owner Provaliant Group Chandra Sugiono menekankan komitmennya dalam memperkuat IP lokal. Kata dia, Provaliant Group hadir sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan monetisasi IP kreatif.






