URBANCITY.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membidik penguatan ekosistem musik nasional sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi baru.
Dalam audiensi bersama DAYA Indonesia di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026, Teuku Riefky membahas peluang kolaborasi melalui ajang DAYA Music Festival of Indonesia (DMFOI).
Menteri Teuku Riefky menilai festival musik bukan sekadar panggung hiburan, melainkan instrumen strategis untuk menyerap tenaga kerja muda di bawah usia 40 tahun.
Dengan manajemen yang tepat, subsektor musik diyakini mampu menekan angka pengangguran terbuka melalui aktivasi talenta kreatif.
Lapangan kerja berbasis ekonomi kreatif terbuka jauh lebih lebar sehingga berpotensi menyerap total pengangguran terbuka di bawah 40 tahun.
Baca Juga: Lampion di Langit Jakarta, Kemen Ekraf: Festival Imlek 2026 Jadi Panggung Akulturasi Ekonomi Kreatif
“Dengan demikian kegiatan seperti festival musik dapat menyerap talenta kreatif dan membentuk ekosistem yang memperkuat kontribusi subsektor musik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Ubah Tantangan Menjadi Peluang
Teuku Riefky menegaskan bahwa Kementerian Ekraf mengedepankan prinsip keterbukaan terhadap mitra yang memiliki kesamaan visi.
Meski dihadapkan pada berbagai limitasi, ia mendorong para pelaku industri untuk tetap optimistis menciptakan titik temu yang berdampak konkret bagi industri kreatif. Prinsipnya, Kementerian Ekraf sangat terbuka untuk kolaborasi apalagi kita punya semangat yang sama.




