“Hal penting yaitu bagaimana dengan segala keterbatasan yang ada, kita bisa mencari titik temu supaya kegiatan seperti festival musik tetap bisa berjalan dan memberikan dampak bagi industri kreatif Indonesia. Ubah tantangan jadi peluang!,” tegasnya.
DMFOI: Bukan Sekadar Konser Musik
Principal of DAYA Indonesia Performing Arts Academy, Tjut Nyak Deviana Daudsjah, memaparkan bahwa DMFOI dirancang sebagai platform terintegrasi yang menggabungkan elemen edukasi, pameran manufaktur alat musik lokal, hingga dialog internasional.
Baca Juga: Merapikan Pipa Royalti, Komitmen Kemen Ekraf dan Spotify Benahi Transparansi Hak Musisi Lokal
Festival ini diharapkan menjadi jembatan antara pelestarian budaya tradisional dengan industri musik modern.
“Singkatnya, festival musik yang ingin kami buat tentu untuk memajukan ekosistem musik. Salah satu komponen dari festival musik tersebut yaitu dialog yang maksudnya menjadi momen saling tukar pikiran antara pegiat musik Indonesia dengan pakar bidang musik dari berbagai negara. Kami juga ingin mengadakan pameran alat-alat musik yang diproduksi di Indonesia hingga dikenal nasional maupun internasional,” ucap Tjut Nyak Deviana.
Dengan populasi kreatif muda yang besar, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk memposisikan diri di panggung global.
Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi guna memastikan subsektor musik berkembang secara berkelanjutan dan menjadi pilar penting ekonomi nasional yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. (*)






