Sinergi ini sejatinya telah membuahkan hasil, mulai dari inisiatif Oktoberkreasi hingga membawa talenta lokal ke pasar internasional di Osaka, Jepang.
“Selama tujuh tahun terakhir, GEKRAFS sebagai mitra strategis pemerintah berbentuk komunitas berkembang menjadi gerakan nasional,” imbuh Teuku Riefky.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky Dorong Ekosistem Kreatif Berbasis Pesantren di Aceh
Asta Karya dan Penilai Kekayaan Intelektual
Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menyambut baik langkah kementerian yang telah melantik tim Penilai Kekayaan Intelektual. Menurutnya, keberadaan tim penilai ini adalah kunci agar lembaga keuangan yakin terhadap nilai komersial sebuah karya kreatif.
“Kalau Presiden Prabowo punya Asta Cita, kami juga menghadirkan Asta Karya, delapan program untuk memberdayakan pegiat ekonomi kreatif. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Ekraf yang telah melantik Penilai Kekayaan Intelektual, sehingga karya para kreator kini bisa menjadi kolateral untuk mendapatkan akses permodalan yang layak,” kata Kawendra.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan regulasi tersebut, GEKRAFS menganugerahkan “Anugerah Kolaborasi Strategis Terbaik” kepada Kementerian Ekonomi Kreatif.
Penutupan Rakernas ini juga ditandai dengan penyerahan laporan rekomendasi strategis yang akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekraf yang lebih inklusif dan mendunia.






