URBANCITY.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa industri film nasional memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan moral melampaui sekadar tontonan komersial.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi tim produksi film Meja Tanpa Laci di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Film Meja Tanpa Laci merupakan karya yang terinspirasi dari program inovatif anti-korupsi gagasan Andi Sri Ulva Baso, sosok polwan peraih Hoegeng Awards 2025. Penghargaan tersebut diberikan bagi anggota Polri yang dinilai memiliki dedikasi dan integritas tinggi.
“Bioskop mengutamakan film komersial yang menjanjikan. Promosi film ini harus segera dimulai dan lebih dimaksimalkan agar semakin terjamah masyarakat. Untuk itu, kita siap berkolaborasi dalam rantai nilai film tersebut,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Baca Juga: Mudik Berhias Robot, Kereta Argo Dwipangga Bawa Promo Film Pelangi di Mars
Narasi Polisi Jujur di Tengah Pusaran Suap
Mengusung tagline ‘Susah untuk Jujur’, film ini memotret realitas sosial melalui sosok Dipa, seorang polisi muda yang idealis.
Plot cerita mengikuti perjuangan Dipa menyelidiki kasus orang hilang yang ternyata berkelindan dengan jaringan narkoba di balik distribusi sembako. Dipa dipaksa memilih: tetap tegak dengan prinsipnya atau tunduk pada tekanan atasan dan ancaman mafia.
Produser film, Deden Ridwan, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mengemas tema berat seperti integritas ke dalam visual yang lebih ringan dan menghibur agar pesan tersebut bisa diterima secara luas oleh publik.




