“Pameran seperti IFEX menjadi panggung aktivasi bagi para desainer dan pegiat industri furnitur Indonesia untuk memperlihatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi kepada pengunjung internasional,” tambah Teuku Riefky.
Dukungan Jenama Lokal dan Proyek Rotan
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenekraf memfasilitasi paviliun khusus di Hall 10 yang menampilkan enam jenama kriya pilihan, antara lain Abbacraft, Craftote, hingga Lumosh Living.
Baca Juga: Program MASAMO Lampung: Menteri Ekraf Gandeng MasterChef Tingkatkan Kualitas Makan Bergizi Gratis
Tak hanya itu, kementerian juga mendorong regenerasi desain melalui RaRe Project (Rattan Refreshed & Regeneration), sebuah kolaborasi antara desainer produk dan industri manufaktur rotan di Hallway Hall 5.
Dalam kunjungannya, Teuku Riefky menyempatkan diri meninjau stan para pemain besar seperti Kriya Nusantara dan Jepara Paviliun.
Ia mengapresiasi penggunaan material ramah lingkungan dan inovasi desain yang kini menjadi tuntutan utama pasar di Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, India, hingga Uni Eropa.
Dengan kualitas produksi yang kian presisi, Kemenekraf optimistis furnitur nasional akan semakin mendominasi rantai pasok global dan menjadi motor penggerak devisa dari sektor ekonomi kreatif. (*)






