Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Targetkan 400 Ribu Rumah Bedah BSPS: Sikat Pungli dan Korupsi!
PT KAI disebut akan menentukan titik-titik strategis lahan lainnya yang bisa dibangun menggunakan sokongan dana non-APBN tersebut.
Optimalisasi Aset “Tidur” BUMN
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menilai langkah ini sebagai momentum untuk membenahi aset-aset BUMN yang tidak produktif agar memiliki nilai sosial yang tinggi.
“Aset-aset BUMN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, seperti lahan milik Angkasa Pura, dapat kita dorong untuk dimanfaatkan bagi relokasi masyarakat di bantaran rel. Saat ini kami juga tengah memetakan aset-aset lain yang berpotensi untuk mendukung program perumahan,” tutur Dony.
Senada dengan Dony, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memuji ritme kerja kolaboratif ini. Menurutnya, hanya butuh waktu satu minggu pasca-tinjauan lapangan Presiden untuk mengubah arahan menjadi bentuk konkret.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Awali Program Gentengisasi: Serap Produk UMKM Jatiwangi Rp3 Miliar
Intervensi Berbasis Data Backlog
Dukungan data juga datang dari Kepala BPS Amalia Adininggar. Ia menekankan bahwa intervensi di Jakarta Pusat sangat strategis mengingat angka backlog (kekurangan) kepemilikan hunian di wilayah ini masih sangat tinggi.
Pemilihan lokasi di tengah kota dianggap tepat sasaran untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat aktivitas ekonomi.
Kementerian PKP dan BP BUMN menargetkan pemetaan seluruh aset potensial di kota-kota besar akan rampung dalam tiga minggu ke depan.






