Baca Juga: Imlek 2026: Menteri PKP Alokasikan 100 Rumah Subsidi Tanpa DP bagi Pelaku UMKM
Kesiapan Lahan dan Sinergi dengan ATR/BPN
Ara juga mencatat bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan koordinasi pertanahan terbaik. Hal ini ia konfirmasi setelah berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.
“Tadi kami bicara dengan Pak Nusron, katanya soal pertanahan di Jawa Tengah paling maju dari sisi kesiapan dan koordinasi. Terima kasih Pak Gubernur Jawa Tengah,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, kementerian menjadwalkan kunjungan lapangan pada Mei 2026 ke lima kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ara menekankan agar Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah nantinya harus melibatkan industri material lokal.
“Kita juga ada program bedah rumah atau BSPS dengan memanfaatkan UMKM seperti di Jawa Barat ada gentengisasi. Tolong dipersiapkan, gunakan genteng dari Jawa Tengah supaya UMKM-nya juga maju,” ujar Menteri Ara.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BRI: Penyaluran Rumah Subsidi Naik 100 Persen, Target 60 Ribu Unit 2026
Respons Pemerintah Daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kesiapannya mendukung target pusat. Dalam pertemuan tersebut, Luthfi memboyong sejumlah kepala daerah dari Jepara, Batang, Brebes, Temanggung, Boyolali, Banyumas, hingga Grobogan untuk menyinkronkan program.
“Hari ini kami berdiskusi dengan Menteri Ara bersama para bupati. Kami juga mengajukan pembangunan rumah susun di Banyumas dan Jepara.






