URBANCITY.CO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memberikan peringatan keras kepada para pejabat negara mengenai integritas kepemimpinan.
Dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Ketua Komisi II DPR RI di Semarang, Sabtu, 7 Maret 2026, Nusron menekankan bahwa keadilan adalah fondasi utama yang tidak boleh digadaikan demi kepentingan personal.
Nusron menyoroti fenomena pejabat yang kerap terjebak dalam pengambilan keputusan yang bias akibat ikatan emosional maupun latar belakang organisasi yang sama. Menurutnya, subjektivitas tersebut merupakan ancaman nyata bagi objektivitas kebijakan publik.
“Kalau kita sedang menjadi pemimpin maka kata kunci yang paling pertama adalah keadilan. Yang namanya adil tidak boleh prejudice, tidak boleh menggunakan perasaan,” ujar Nusron Wahid dalam tausiahnya menjelang azan magrib.
Baca Juga: Cegah Sengketa, Menteri Nusron: Pesantren dan Yayasan Boleh Kantongi SHM
Menjaga Jarak demi Objektivitas
Mantan Kepala BP2MI ini menilai, kedekatan emosional melalui organisasi kemasyarakatan maupun kemahasiswaan sering kali menjadi celah rusaknya rasa keadilan. Ia meminta para pemimpin untuk berani menarik garis tegas meski berhadapan dengan rekan satu almamater atau organisasi.
“Karena itu sebisa mungkin, meskipun kita punya ikatan emosional, kadang kita harus bisa menjaga jarak. Kenapa? Karena keadilan ini sangat penting. Salah satu definisi keadilan itu adalah kehati-hatian dalam mengambil keputusan,” tutur Nusron.




