URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana di wilayah Sumatera.
Dalam Rapat Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi Pascabencana, Rabu, 18 Februari 2026, ia menargetkan ratusan unit rumah hasil kolaborasi dengan sektor swasta sudah bisa ditempati sebelum Idul Fitri tahun ini.
Kementerian PKP memegang mandat utama dalam relokasi terpusat pascabencana. “Dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera, Kementerian PKP bertanggung jawab untuk pembangunan Hunian Tetap relokasi terpusat. Ini amanah yang kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Anggaran Rp8,5 Triliun dan Skema Gotong Royong
Berdasarkan Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang disusun bersama Bappenas, kementerian mengusulkan pembangunan total 26.969 unit Huntap. Proyek raksasa ini diproyeksikan menelan anggaran sebesar Rp8,525 triliun dengan masa pengerjaan selama tiga tahun.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BRI: Penyaluran Rumah Subsidi Naik 100 Persen, Target 60 Ribu Unit 2026
Namun, Maruarar menyadari bahwa ketergantungan pada APBN saja tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Saat ini, skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari Yayasan Buddha Tzu Chi tengah menggarap 2.603 unit Huntap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Huntap yang dibangun melalui gotong royong bersama CSR ini kami targetkan dari total 2.603 unit, ratusan rumah sudah bisa dihuni sebelum Lebaran. Kami ingin masyarakat lebih cepat tinggal di hunian yang layak dan aman,” tegas Ara. Ia pun secara terbuka mengundang pihak swasta lain untuk ikut ambil bagian dalam proses pemulihan ini.




