Langkah serupa diambil Pemerintah Kabupaten Majalengka. Bupati H. Eman Suherman memproyeksikan perbaikan 1.715 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) pada 2026 yang akan menyerap produk lokal senilai Rp1,5 miliar.
Sementara itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat disiapkan untuk memperbaiki 900 rumah dengan kebutuhan genteng sekitar Rp1 miliar.
Baca Juga: Strategi Renovasi Rumah Rakyat di Gang Cibuntu, Diplomasi Genteng Ala Menteri Ara
Menteri Ara juga secara pribadi memesan 10 truk tambahan yang diperuntukkan bagi rumah prajurit TNI. “UMKM harus punya daya saing tinggi dengan menjaga kualitas dan membuat standar sesuai SNI,” tegas Ara mengingatkan para produsen agar produk mereka tetap kompetitif di pasar nasional.
Napas Baru bagi Perajin Jatiwangi
Dukungan terhadap genteng Jatiwangi juga datang dari sektor swasta. Dua pengembang rumah subsidi, Angga dan Wawan, turut memesan masing-masing empat truk genteng untuk proyek perumahan di Bogor dan Serang.
Riswan, salah satu pelaku usaha genteng di Jatiwangi, menyebut program ini sebagai angin segar bagi industri yang sempat lesu dalam beberapa tahun terakhir. Ia optimistis kehadiran negara akan mengembalikan kejayaan Genteng Jatiwangi di kancah nasional.
“Dukungan pemerintah membuat industri genteng di Jatiwangi kembali menggeliat dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” ungkap Riswan.
Melalui program ini, pemerintah berharap rantai pasok material perumahan tidak lagi didominasi industri besar, melainkan mampu menghidupkan kembali sentra-sentra produksi rakyat di berbagai daerah. (*)






