Keputusan final mengenai skema ini akan diketok dalam rapat koordinasi lintas kementerian pada Rabu mendatang.
Baca Juga: Hunian untuk Maestro: Menteri Maruarar Siapkan Rusun MBR Khusus Seniman di Denpasar
Optimalisasi Aset BUMN di Kota Besar
Senada dengan Menteri PKP, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan komitmennya untuk menginventarisasi aset-aset pelat merah yang tidur.
Strategi pemanfaatan lahan BUMN untuk hunian vertikal ini tidak hanya akan berhenti di Jakarta, tapi juga merambah kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar.
“Kami sedang memetakan aset BUMN di beberapa kota besar untuk dibangun dengan skema yang sama. Ini bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat,” kata Dony Oskaria.
Target Groundbreaking Mei 2026
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menjamin proses perizinan tidak akan menjadi ganjalan birokrasi. Pemkot Jakarta Pusat berkomitmen mempercepat seluruh dokumen administratif agar groundbreaking atau peletakan batu pertama dapat terlaksana pada Mei 2026.
Baca Juga: Menteri Maruarar Sirait Pastikan Lahan Komdigi Depok Siap Bangun 170 Ribu Unit Rusun Subsidi
Selain proyek fisik di Senen, Kementerian PKP juga menyiapkan ‘bantalan’ sosial berupa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Untuk tahun 2026, sebanyak 3.100 unit rumah di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu akan mendapatkan bantuan renovasi agar menjadi hunian yang lebih sehat dan layak. (*)




