URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai memacu penguatan industri perfilman nasional sebagai motor penggerak ekonomi baru atau the new engine of growth.
Dalam acara special screening film Pelangi di Mars yang dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kamis, 2 April 2026, pemerintah menegaskan pentingnya eksplorasi teknologi dan genre baru.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi keberanian para sineas di balik layar Pelangi di Mars. Menurutnya, film ini merupakan bukti nyata bahwa industri kreatif Indonesia mulai keluar dari zona nyaman dengan merambah genre fiksi ilmiah (science fiction).
“Film ini menunjukkan keberanian dalam mengeksplorasi genre science fiction sekaligus memanfaatkan teknologi XR untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif. Ini adalah lompatan penting bagi perfilman Indonesia,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Film ‘Meja Tanpa Laci’ Angkat Pesan Integritas Polri
Fokus pada Kekayaan Intelektual dan Akses Pasar
Riefky menambahkan, kementeriannya berkomitmen untuk terus memperkuat struktur industri film dari hulu ke hilir. Langkah ini mencakup fasilitasi akses pasar, promosi masif, hingga skema pembiayaan yang berbasis pada kekayaan intelektual (IP).
“Kami ingin film Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan eksperimen besar untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur teknologi produksi film di tanah air.




