URBANCITY.CO.ID — Karpet merah perayaan Imlek 2026 mulai digelar. PT Hotel Indonesia Natour, yang kini bersalin rupa menjadi InJourney Hospitality, telah menyiapkan panggung bertajuk “The Year of The Horse” untuk menyambut tahun Kuda Api.
Tak sekadar pesta pora, rangkaian acara ini dikemas sebagai upaya mengawinkan tradisi Tionghoa dengan napas lokal di berbagai destinasi premium tanah air.
Dari pesisir Sanur hingga tepian Danau Toba, InJourney menyebar jaring pengalaman yang melampaui sekadar menginap. Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyebut langkah ini sebagai strategi integrasi layanan dan cerita budaya.
“Melalui rangkaian perayaan Chinese New Year 2026, InJourney Hospitality menegaskan perannya sebagai pengelola hospitality berbasis pengalaman yang mengintegrasikan layanan, cerita budaya, dan kekuatan destinasi,” ujarnya.
Baca Juga: InJourney Group Latih Pedagang Pantai The Nusa Dua untuk Layanan Berkualitas
Di Bali, geliat perayaan terasa paling kencang. The Meru Sanur, misalnya, menjajakan paket brunch bertajuk The Lunar Season yang dipadu dengan atraksi Barongsai. Sementara Bali Beach Hotel—ikon sejarah hotel nasional—memilih narasi Warisan Pecinan untuk menarik minat tamu melalui akulturasi kuliner Tionghoa-Indonesia.
Bergeser ke timur, Meruorah Komodo di Labuan Bajo menawarkan paket Prosperity Moment, sementara Merumatta Senggigi di Lombok mengombinasikan liburan tematik dengan wisata alam.
Di Yogyakarta, The Manohara Hotel mencoba pendekatan berbeda dengan membuka kelas memasak Art of Dimsum, sebuah upaya interaktif untuk melibatkan tamu dalam keriuhan dapur Imlek.




