Sawit sebagai Agen Pemerataan dan Integrasi Sosial
Fenomena inklusivitas di PTPN IV PalmCo mendapat apresiasi dari para pakar. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menilai industri sawit secara alamiah telah menjadi agen pemerataan ekonomi yang mampu menciptakan keseimbangan sosial (social balancing) lintas provinsi.
Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Agribisnis IPB University, Bayu Krisnamurthi, menekankan bahwa harmonisasi puluhan ribu tenaga kerja dari berbagai latar belakang adalah bukti konkret penerapan Social Sustainability.
Baca Juga:Â Karpet Merah Mudik PalmCo, 25 Bus Siap Antar Perantau Pulang Kampung
Hal ini menjadi poin krusial dalam memenuhi standar pasar global serta sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO dan RSPO.
Transformasi Menuju Budaya Korporasi Modern
Pengelolaan SDM yang berbasis pada keragaman ini sejalan dengan visi tokoh perkebunan nasional, Bungaran Saragih, mengenai sistem agribisnis modern.
Transformasi PTPN IV PalmCo yang meleburkan 55 suku bangsa menjadi entitas profesional dianggap sebagai pergeseran pola pikir dari pertanian tradisional menuju budaya korporasi yang adaptif.
Dengan dominasi pekerja usia produktif—di mana kelompok usia 41-50 tahun mencapai 41 persen dan usia 31-40 tahun sebesar 27 persen—PTPN IV PalmCo optimistis kekayaan budaya ini menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional di masa depan. (*)
Keyword Utama:Â .






