URBANCITY.CO.ID – Untuk pertama kalinya sejak pecahnya konflik bersenjata antara koalisi Amerika Serikat-Israel melawan Iran, sebuah kapal tanker pengangkut minyak mentah dari Timur Tengah akhirnya bersandar di pelabuhan Jepang pada Minggu, 30 Maret 2026. Kedatangan ini menjadi titik terang bagi ketahanan energi Tokyo di tengah blokade ketat di jalur pelayaran global.
Kapal tanker tersebut membawa sekitar 100.000 kiloliter minyak mentah yang berasal dari Arab Saudi. Senin, 31 Maret 2026, pengiriman ini berhasil mencapai Jepang dengan mengambil rute melalui Laut Merah guna menghindari blokade di Selat Hormuz yang saat ini masih mencekam.
Sebagaimana diketahui, krisis energi global memuncak setelah Iran memblokade Selat Hormuz sebagai respons atas serangan koalisi AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026. Jalur tersebut merupakan urat nadi bagi ekspor minyak dari negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, UEA, hingga Arab Saudi.
Minyak mentah tersebut kini telah tiba di kilang milik Taiyo Oil yang berlokasi di Kota Imabari, Prefektur Ehime. Direktur Operasi Shikoku Taiyo Oil, Ishikawa Junichi, menyatakan bahwa proses pengiriman berjalan relatif lancar meski tensi geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi.
Baca Juga : Presiden Prabowo di Tokyo: Tawarkan Investasi Transparan dan Hapus Korupsi demi Mitra Jepang
“Proses pengiriman tidak banyak mengalami kendala meski situasi Timur Tengah sedang bersitegang,” kata Ishikawa.
Taiyo Oil mengonfirmasi bahwa minyak mentah tersebut mulai dipindahkan ke tangki penyimpanan pada Senin ini. Nantinya, bahan mentah ini akan diolah menjadi bensin, solar, nafta, serta berbagai produk petrokimia sebelum didistribusikan ke seluruh wilayah Jepang.
Ishikawa menegaskan pentingnya strategi baru dalam pengadaan energi di tengah ketidakpastian global. Ia menyatakan pihak perusahaan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengamankan stok nasional.
“Perusahaan akan terus berupaya mendiversifikasi sumber pengadaan minyak mentah,” ujar Ishikawa.
Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian Jepang, Ryoseo Akazawa, mengungkapkan bahwa beberapa kapal tanker lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat. Satu kapal yang berangkat dari Fujairah, Uni Emirat Arab yang terletak di luar Selat Hormuz diperkirakan tiba pada 5 April 2026.
Selain itu, sebuah tanker lain yang memuat bahan bakar dari luar kawasan Timur Tengah diprediksi akan bersandar pada 25 April mendatang. Langkah ini diambil Tokyo untuk memastikan stabilitas harga energi domestik yang sempat melambung akibat krisis.
“Tentu saja, kami juga terus berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan pasokan alternatif tambahan,” terang Akazawa.




