URBANCITY.CO.ID – Pemerintah kian serius menyulap Sanur menjadi panggung utama diplomasi medis. Proyek ambisius bertajuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur kini punya amunisi baru: JEC Bali @ Sanur.
Melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking), pusat perawatan mata ini diproyeksikan menjadi benteng baru untuk membendung arus warga Indonesia yang kerap berobat ke luar negeri.
Berdiri di atas lahan 6.200 meter persegi, fasilitas ini merupakan buah kongsi antara PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) dan PT Nitra Sanata Bali.
Targetnya jelas: pada 2027 mendatang, Bali tak lagi sekadar menawarkan deburan ombak, melainkan juga meja operasi katarak berbasis robotik dan teknologi laser mutakhir yang setara dengan klinik-klinik di Singapura atau Malaysia.
Baca Juga: Nindya Karya Tuntaskan Pembangunan KEK Sanur, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali
Ambisi “Blue Hospital”
Tak sekadar rumah sakit, JEC Bali @ Sanur membawa konsep Blue Hospital—sebuah cetak biru rumah sakit masa depan yang meramu kecanggihan teknologi dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Dirancang oleh konsultan global Deerns, fasilitas ini mengincar efisiensi biaya tanpa mengabaikan kenyamanan pasien.
Presiden Direktur JEC Group, Johan A.M.M. Hutauruk, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar soal bisnis, melainkan membangun ekosistem. “Kami berharap berdirinya JEC BALI @ Sanur di KEK Sanur dapat mengurangi tren medical outbound di kalangan masyarakat, sekaligus menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.




