MENUJU PASAR GLOBAL: Menteri Perdagangan Budi Santoso saat melepas tiga kontainer perdana produk makanan hewan peliharaan produksi Banyuasin ke Filipina. (Foto: Urbancity/Pool/Dok. Kemendag)
URBANCITY.CO.ID – Produsen pet food asal Banyuasin menembus pasar Filipina dengan nilai ekspor Rp 3 miliar. Mendag Busan dorong pemanfaatan perjanjian dagang global.
Kucing-kucing di Manila kini mulai mencicipi cita rasa dari tepi Sungai Musi. Pada Kamis, 12 Februari lalu, PT Evo Manufacturing Indonesia (EMI) resmi melepas ekspor perdana produk makanan hewan peliharaan (pet food) dari pabrik mereka di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Sebanyak tiga kontainer berisi makanan basah kalengan, pasta, hingga daging kaldu senilai US$ 176 ribu atau sekitar Rp 3 miliar diberangkatkan menuju Filipina.
Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang karib disapa Busan, hadir langsung untuk memecah kendi pelepasan. Baginya, ekspor ini adalah pembuktian bahwa industri manufaktur lokal mampu bersaing di ceruk pasar yang kian seksi.
Baca Juga: Mendag Busan Dorong Industri Baja Nasional di Tengah Surplus Perdagangan
“Bagus sekali, apalagi ini ekspor perdana yang diproduksi lokal. Kita sudah bisa membuat makanan kucing yang diekspor. Kucing boleh impor, tapi makanan harus lokal,” ujar Busan.
Tren ekspor pet food nasional memang tengah naik daun. Dalam kurun 2020–2024, pertumbuhannya melesat 158,27 persen. Filipina pun muncul sebagai pasar potensial selain India dan Jepang. Berdasarkan data International Trade Center (ITC), peluang ini bahkan merambah hingga pasar nontradisional seperti Taiwan dan Selandia Baru.




