Marc Mealy pun menyambut dengan nada serupa, meski ia menyelipkan catatan penting mengenai fleksibilitas implementasi kebijakan industri di sektor prioritas.
Baca Juga: BULOG dan Kemenag Matangkan Ekspor Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
“Kami menghargai kesempatan untuk berdialog secara langsung. Kepastian kebijakan sangat penting bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang,” kata Mealy.
Bagi USABC, pemerintah perlu memberikan ruang transisi yang jelas agar pelaku usaha tidak kaget dengan perubahan aturan yang mendadak.
Selain urusan bilateral, keduanya juga melirik potensi ekonomi digital melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di level ASEAN. Roro bahkan sempat “menjajakan” Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, mengundang korporasi AS untuk datang dan melihat langsung produk unggulan nusantara.
Pertemuan ini adalah bagian dari tari-tarian diplomasi ekonomi yang panjang. Di satu sisi, Jakarta ingin menjaga kedaulatan industri; di sisi lain, investasi AS adalah pelumas yang dibutuhkan untuk mesin pertumbuhan ekonomi sirkular dan hijau yang tengah dipacu.
Baca Juga: Sarinah Perkuat Ekspor Produk Lokal, Mejeng di Indonesia Pavilion WEF 2026 Davos
Analisis Komoditas Ekspor Unggulan
Berdasarkan data surplus yang mencapai USD 18,11 miliar pada 2025, penguatan kerja sama antara Indonesia dan USABC menjadi angin segar bagi sektor-sektor yang selama ini menjadi tulang punggung devisa.
Berikut adalah analisis komoditas ekspor unggulan yang paling diuntungkan dari hasil dialog strategis tersebut:






