1. Sektor Manufaktur & Tekstil (TPT)
Amerika Serikat adalah pasar terbesar bagi produk pakaian jadi (apparel) Indonesia.
Keuntungan: Dialog mengenai kepastian kebijakan industri memberikan ruang bagi pengusaha tekstil lokal untuk menyesuaikan standar keberlanjutan (sustainability) yang diminta pasar AS.
Peluang: Jika isu tarif dapat ditekan melalui koordinasi lintas kementerian, produk TPT Indonesia akan lebih kompetitif dibandingkan produk dari Vietnam atau Bangladesh di gerai-gerai ritel Amerika.
Baca Juga: BRI Kembali Gelar Pelatihan Ekspor, Tingkatkan Daya Saing UMKM Tembus Pasar Global
2. Produk Alas Kaki (Footwear)
Indonesia merupakan salah satu pemasok utama sepatu olahraga untuk merek-merek global asal AS.
Keuntungan: Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi alternatif selain Tiongkok.
Peluang: Adanya dukungan USABC terhadap ekonomi sirkular dapat mendorong investasi pabrik alas kaki berbasis material ramah lingkungan di Indonesia.
3. Komoditas Elektronik & Komponen
Sektor ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif seiring dengan diversifikasi rantai pasok global (China Plus One strategy).
Keuntungan: Pembahasan mengenai Digital Economy Framework Agreement (DEFA) membuka peluang integrasi komponen elektronik Indonesia ke dalam ekosistem perangkat digital AS.
Peluang: Ekspor circuit board dan peralatan komunikasi diprediksi akan meningkat seiring masuknya investasi teknologi dari anggota USABC.
Baca Juga: Indonesia Capai Kesepakatan Dagang dengan AS, Tarif Ekspor Turun Jadi 19%






