URBANCITY.CO.ID – Angin segar berembus dari lintasan udara Taipei menuju Manado. Kementerian Pariwisata menyambut hangat langkah maskapai TransNusa yang resmi membuka rute penerbangan charter langsung dari Taipei ke ibu kota Sulawesi Utara tersebut.
Manuver ini bukan sekadar urusan angkut penumpang, melainkan strategi untuk mempertebal kantong devisa dari salah satu pasar paling royal di Asia Timur: Taiwan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa konektivitas adalah “nyawa” bagi daya saing destinasi domestik.
Menurutnya, konektivitas merupakan kunci dalam memperluas aksesibilitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan di mata dunia, terlebih penerbangan langsung dari Taiwan ke Indonesia memang dinantikan.
Baca Juga: Kemenpar Perkuat Pasar India di OTM Mumbai dan Sales Mission Chennai
“Penerbangan TransNusa diharapkan dapat menarik lebih banyak turis Taiwan dan internasional ke Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Made, Sabtu, 14 Februari lalu.
Magnet Bawah Laut dan Lidah Taiwan
Bagi Manado, turis asal Taiwan adalah target empuk. Mereka dikenal sebagai pelancong yang gemar akan wisata alam, wellness, hingga urusan gastronomi. Karakteristik Manado dengan pesona bawah lautnya dinilai memiliki “kemiripan budaya” yang membuat wisatawan Taiwan merasa betah.
Angka-angka pun berbicara. Taiwan secara konsisten bertengger di jajaran 20 besar penyumbang wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025 saja, kunjungan mereka melonjak 11,65 persen menjadi 204.704 kunjungan. Made meyakini rute ini akan memberikan efek domino.




