“Kehadiran rute penerbangan baru ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata, membuka peluang investasi di sektor pariwisata, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Baca Juga: Kemenpar Luncurkan Program “BINA Lebaran 2025” untuk Daya Tarik Wisata Belanja
Lebih dari Sekadar Wisata
Penerbangan perdana yang menggunakan armada Airbus A320 ini dijadwalkan mengudara pada 14, 18, dan 22 Februari 2026. Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, melihat rute ini sebagai jembatan strategis yang memangkas waktu tempuh secara signifikan.
“Penerbangan langsung Taipei–Manado merupakan langkah nyata dalam meningkatkan konektivitas Indonesia–Taiwan. Rute ini tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, pariwisata, investasi, serta mobilitas pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat kedua wilayah,” tegas Arif.
KDEI Taipei berkomitmen untuk menjaga agar rute ini tidak hanya berhenti di status charter, tetapi bisa berkembang menjadi penerbangan reguler dengan frekuensi yang lebih padat. Langit Manado kini resmi menjadi gerbang baru bagi arus modal dan pelancong dari utara.
Baca Juga: Jadi Daya Tarik Wisatawan Eropa, Kemenpar Promosikan Keindahan Sumatera Utara
Analisis Proyeksi PAD Sulawesi Utara: Efek Domino Wisatawan Taiwan
Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT)
- Berdasarkan UU HKPD, sektor pariwisata menyumbang PAD melalui PBJT yang mencakup makanan, minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, hingga jasa kesenian dan hiburan.
- Akomodasi: Wisatawan Taiwan memiliki profil belanja yang cukup tinggi untuk akomodasi bintang 4 dan 5. Dengan asumsi masa inap rata-rata 4-5 hari, Pajak Hotel sebesar 10% akan menjadi kontributor utama.
- Makan & Minum: Restoran spesialis tuna dan kuliner lokal akan mendapat lonjakan omzet. Pajak Restoran 10% dari setiap transaksi wisatawan akan langsung masuk ke kas daerah (Kabupaten/Kota).
Retribusi Daerah dan Objek Wisata
- Manado dan sekitarnya (Minahasa, Tomohon, Likupang) memiliki banyak objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.
- Taman Nasional Bunaken: Meski statusnya nasional, pembagian hasil dari biaya masuk dan sewa alat selam di area yang dikelola daerah akan meningkat.
- Wisata Budaya & Alam: Destinasi di Tomohon dan Minahasa yang menarik retribusi masuk akan merasakan dampak langsung dari target 134-200 wisman per penerbangan.
Baca Juga: Dukung Penurunan Harga Tiket Pesawat, Kemenpar Rilis Kampanye Wisata Lebaran 2025






