Termasuk di dalamnya adalah investasi manusia lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan 22.091 dapur komunitas yang telah mengepul, program ini diklaim telah menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja.
Baca Juga: Ancaman Stagflasi Global Bisa Seret Perekonomian Indonesia ke Jurang Ketidakpastian
Membersihkan Lantai Bursa
Tak hanya di sektor riil, pemerintah juga sedang menyikat “lantai” pasar modal agar lebih kinclong. Reformasi struktural dipercepat dengan target ambisius: menaikkan minimum free float menjadi 15 persen dan transparansi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial ownership). Perintah Presiden Prabowo Subianto tegas: integritas pasar modal adalah harga mati.
Haryo menekankan pentingnya orkestrasi komunikasi yang solid antara kementerian dan lembaga keuangan untuk meyakinkan dunia internasional.
“Seperti apa yang disampaikan Menko Airlangga, komunikasi menjadi penting, pihak Danantara dan perbankan Indonesia agar bisa memberikan penjelasan kepastian arah fiskal dan moneter Indonesia,” pungkasnya. Bagi Jakarta, afirmasi Moody’s adalah bukti bahwa kemudi ekonomi masih berada di jalur yang benar. (*)






