URBANCITY.CO.ID – Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika bukan sekadar ajang adu cepat di lintasan balap.
Berdasarkan studi terbaru dari Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB), ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini mencatatkan dampak ekonomi nasional yang fantastis, yakni mencapai Rp4,96 triliun.
Ajang ini terbukti menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan total 140.324 penonton yang memadati sirkuit, tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika meroket hingga 100 persen.
Dampak limpahan (spillover) juga dirasakan di Kota Mataram dengan rata-rata hunian 90 persen dan Pulau Lombok secara keseluruhan sebesar 93 persen.
Baca Juga: Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi Lokal, BRI Dukung Indonesia Mendunia Melalui MotoGP Mandalika 2025
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem sport tourism yang terintegrasi di Indonesia.
“Selain itu penciptaan lapangan kerja serta kontribusi terhadap penguatan national branding Indonesia di mata dunia. Angka ini mencerminkan multiplier effect yang jauh melampaui biaya penyelenggaraan event,” ujar Troy dalam keterangan resminya, Rabu, 1 April 2026.
Berdayakan UMKM dan Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Keberhasilan MotoGP 2025 juga tercermin dari keterlibatan sektor riil. Tercatat lebih dari 600 UMKM lokal ikut serta dalam perputaran ekonomi selama ajang berlangsung.




