Untuk mengatasinya, ASDP telah menyiagakan 11 armada kapal, termasuk KMP Bahtera Nusantara 01 dan 03, serta KMP Tanjung Burang.
Pada lintasan terpadat, yakni Telaga Punggur–Tanjung Uban, jumlah kapal yang beroperasi akan ditingkatkan dari empat menjadi lima unit jika terjadi penumpukan kendaraan di dermaga.
Digitalisasi Tiket dan Mitigasi Cuaca
Guna menghindari antrean panjang di pelabuhan, ASDP mengimbau calon pemudik untuk memanfaatkan layanan tiket daring melalui aplikasi Ferizy yang sudah bisa diakses hingga H-60 keberangkatan.
Baca Juga: Kakorlantas Cek Kesiapan Merak-Bakauheni, ASDP Terapkan Diskon dan Single Tarif Mudik Lebaran 2026
Sebagai langkah mitigasi terhadap anomali cuaca di perairan Kepri, ASDP juga memberikan kebijakan refund sebesar 25 persen dan reschedule 10 persen.
“ASDP memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BMKG dan para pemangku kepentingan untuk memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara real time,” tambah Reno.
Langkah ini memastikan setiap kebijakan penundaan pelayaran akibat cuaca buruk dapat diputuskan secara cepat dan responsif.
Fasilitas pendukung di darat pun tak luput dari perhatian. Penyediaan buffer zone, mesin penjual tiket otomatis (vending machine), hingga klinik kesehatan disiapkan untuk memastikan para pemudik dapat menunggu jadwal keberangkatan dengan nyaman di tengah cuaca tropis Kepulauan Riau. (*)






