Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, menyebutkan bahwa pemantauan dilakukan secara real-time menggunakan perangkat Smart Command Center.
Baca Juga: TelkomMetra Teken CSPA Divestasi AdMedika ke Fullerton Health Guna Perkuat Fokus Bisnis Inti Telkom
“TelkomGroup memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional jaringan secara end-to-end melalui sinergi lintas entitas sehingga layanan konektivitas dapat tetap terjaga dan andal,” kata Nanang.
Kapasitas Jaringan Jumbo Hadapi Lonjakan Data
Telkom memproyeksikan kenaikan trafik fixed broadband sebesar 9,2 persen menjadi 30,3 Tbps pada periode Lebaran tahun ini.
Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, kapasitas jaringan telah ditingkatkan hingga 60,7 Tbps melalui dukungan InfraNexia.
Di sektor seluler, puncak payload nasional diperkirakan mencapai 70,85 PB, atau naik 11,1 persen dari hari normal.
Untuk menopang beban tersebut, TelkomGroup mengandalkan lebih dari 229 ribu BTS yang menjangkau 97 persen wilayah populasi Indonesia.
Baca Juga: Telkom GoZero% Innovation Festival 2026: Sulap Limbah Kabel Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi
“Dengan dukungan seluruh kapabilitas jaringan TelkomGroup, kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat menikmati pengalaman digital yang lancar di berbagai titik aktivitas, termasuk jalur mudik dan pusat layanan publik,” tutur Nanang menutup penjelasannya. (*)






