URBANCITY.CO.ID – Pemerintah mulai mematangkan strategi pengamanan di jalur penyeberangan tersibuk Merak–Bakauheni menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin langsung koordinasi lintas sektoral di Pelabuhan Merak untuk memastikan kelancaran mobilitas jutaan pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera.
Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-9 atau periode 12 Januari 2026, tercatat sebanyak 254 trip kapal beroperasi. Meski operasional tetap intens, volume penumpang justru menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan Signifikan di Sisi Jawa
Tercatat sebanyak 41.171 penumpang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera pada H-9. Angka ini mengalami penurunan sebesar 19,4 persen dibandingkan tahun lalu yang menembus 51.073 orang. Penurunan serupa terjadi pada sektor kendaraan roda empat yang merosot 27,9 persen menjadi 4.364 unit.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Pemerintah Prediksi 143,9 Juta Orang Pulang Kampung
Secara akumulatif, pergerakan penumpang dari H-10 hingga H-9 mencapai 75.914 orang. “Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 18,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 12.347 unit,” jelas Pratikno merujuk pada total kendaraan yang menyeberang di periode tersebut.
Lonjakan Truk di Pelabuhan Bakauheni
Berbeda dengan tren penumpang, arus logistik di Pelabuhan Bakauheni justru menunjukkan geliat signifikan. Data Posko Bakauheni mencatat volume truk pada H-9 melonjak 25,6 persen menjadi 4.425 unit, dibandingkan tahun lalu yang hanya 3.524 unit.




