<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Era digital yang penuh konektivitas dan inovasi, juga harus diimbangi dengan keamanan siber. Masalah ini menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar bagi setiap instansi pemerintah dan swasta. Di tengah meningkatnya serangan siber yang semakin canggih, masyarakat dan perusahaan penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan data informasi mereka. Kepemilikan sistem keamanan data untuk melindungi dari pencurian, perusakan, dan kehilangan data informasi menjadi sangat penting untuk diperhatikan. <strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://urbancity.co.id/tahun-depan-ekonomi-digital-indonesia-capai-rp2-000-triliun/">Tahun Depan Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp2.000 Triliun</a> Sebagai perusahaan jasa keamanan, Nawakara tidak hanya berupaya untuk mengamankan data melalui penerapan teknologi dan kebijakan yang tepat, tetapi juga melalui komitmen berkelanjutan terhadap standar keamanan data informasi. Dengan mempersiapkan sertifikasi melalui ISO 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Information Technology Division Head Nawakara, Eman Mulyaman menjelaskan pentingnya menjaga data informasi baik internal mau pun eksternal. Sebagai bentuk komitmen Nawakara terkait keamanan siber ini, Nawakara menjadikan keamanan data informasi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan dengan mitra bisnis. “Di Nawakara, kami tidak hanya menerapkan teknologi canggih dan kebijakan ketat, Saat ini Nawakara sedang memenuhi standar prosedur untuk sertifikasi ISO 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)," ujar Eman. <strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://urbancity.co.id/pln-icon-plus-ikut-sukeskan-event-international-ktt-ais-forum-2023-di-bali/">PLN Icon Plus Ikut Sukeskan International KTT AIS Forum 2023</a><!--nextpage--> "Terkait keamanan data informasi internal maupun eksternal Nawakara dan untuk memenuhi standar ISO 27001 tersebut, personel internal Nawakara sudah melakukan training dan awareness terkait ISO 27001, serta melakukan penetration test dan simulation test terhadap (server, database, aplikasi) yang hasilnya sudah sesuai ketentuan. Proses sertifikasi ini melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap proses dan kebijakan keamanan data informasi, untuk menjamin bahwa organisasi memenuhi standar tertinggi dalam keamanan siber,” jelas dia, Kamis, 4 Juli. Dalam pekerjaannya, tim IT Nawakara bertugas mengamankan berbagai jenis data, termasuk data internal yang berkaitan dengan operasional sehari-hari perusahaan dan data eksternal yang berhubungan dengan klien dan mitra. Perlindungan ini mencakup segala sesuatu dari data pribadi karyawan hingga informasi klien. Untuk menghadapi ancaman siber yang terus berkembang, berikut adalah beberapa langkah efektif yang Nawakara lakukan untuk melindungi data dari potensi serangan siber. <strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://urbancity.co.id/menkominfo-sebut-kebocoran-data-kpu-hanya-tanggal-lahir/">Menkominfo Sebut Kebocoran Data KPU Hanya Tanggal Lahir</a> <strong>1. Menggunakan Enkripsi Data yang Kuat</strong> Enkripsi merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi data. Dengan mengenkripsi informasi, data akan diubah menjadi kode yang hanya bisa dibaca dengan kunci dekripsi yang tepat. Nawakara mengimplementasikan enkripsi data untuk memastikan bahwa informasi sensitif, baik yang disimpan maupun yang ditransmisikan, tetap aman dari akses tidak sah. <strong>2. Penerapan Autentikasi Dua Faktor</strong> Autentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan tambahan dengan memerlukan dua bentuk verifikasi identitas: sesuatu yang Anda tahu (seperti kata sandi) dan sesuatu yang Anda miliki (seperti kode OTP yang dikirim ke ponsel Anda). Dengan begitu, keamanan akses ke sistem dan aplikasi diharapkan bisa semakin meningkat.<!--nextpage--> <strong>3. Pembaruan Perangkat Lunak Secara Berkala</strong> Perangkat lunak yang usang sering kali memiliki kerentanan yang bisa dimanfaatkan oleh hacker. Pembaruan rutin memastikan bahwa patch keamanan diterapkan, mengurangi risiko serangan siber. Jangan lupa juga untuk menerapkan sistem pemantauan yang proaktif dan solusi deteksi ancaman untuk mengidentifikasi dan merespons serangan siber dengan cepat. <strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://urbancity.co.id/menko-airlangga-kita-belum-juga-punya-data-pangan-yang-akuntabel/">Menko Airlangga: Kita Belum Juga Punya Data Pangan yang Akuntabel</a> <strong>4. Edukasi Karyawan tentang Phising dan Scam</strong> Manusia sering menjadi titik lemah dalam keamanan siber. Nawakara menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam pelatihan karyawan mereka tentang risiko dan tanda-tanda phishing serta scam. Edukasi berkelanjutan membantu menciptakan pertahanan pertama yang kuat: karyawan yang waspada dan terinformasi. <strong>5. Backup Data Secara Berkala</strong> Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah melakukan backup data informasi secara berkala, Manfaat yang didapat yaitu menduplikasi, mengembalikan data jika hilang, memberi keamanan terhadap data, kemudahan dalam mengakses data, serta mengantisipasi ketika sistem operasi bermasalah. Jangan lupa juga menguji prosedur pemulihan data untuk memastikan data dapat dipulihkan dengan cepat jika terjadi insiden keamanan. “Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Nawakara menunjukkan komitmen yang kuat untuk melindungi data informasi dari berbagai ancaman siber, hingga memastikan integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data yang dikelola. Hal ini tidak hanya memberikan perlindungan optimal bagi aset digital perusahaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kemampuan Nawakara dalam menghadapi tantangan keamanan siber di era digital ini,” pungkas Eman.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid">GOOGLE NEWS</a></strong>