Baca Juga: Mayoritas Negara Arab Rayakan Idul Fitri Hari Ini Tanggal 30 Maret 2025
Ramadan sendiri ditegaskan dalam Al-Qur’an sebagai bulan diturunkannya petunjuk bagi manusia (QS. Al-Baqarah: 185). Tradisi munggahan menjadi fase transisi sosial-spiritual, mempersiapkan umat tidak hanya secara individual tetapi juga komunal.
Dalam konteks pembangunan pendidikan keagamaan yang moderat dan inklusif, tradisi seperti munggahan memiliki nilai strategis. Ia menjadi bentuk pendidikan nonformal yang efektif dalam menanamkan karakter kolaboratif, solidaritas sosial, dan kesiapan spiritual.
Tradisi ini menunjukkan bahwa agama tidak selalu hadir dalam bentuk formalistik, melainkan dapat tumbuh secara alami dalam ruang kebersamaan.
Di tengah tantangan modernitas yang cenderung individualistik, munggahan mengingatkan kita bahwa menyambut Ramadan bukan hanya tentang kesiapan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menguatkan jejaring sosial, memperbaiki relasi, dan meneguhkan komitmen keberagamaan yang rahmah.
Barangkali, sebelum hilal terlihat di langit, munggahan telah lebih dahulu menyalakan cahaya di dalam kehidupan sosial umat—cahaya kebersamaan, pendidikan, dan spiritualitas yang membumi. (*)
Fazar Rifqi As Sidik, M.Pd (Dosen Muda UIN SGD Bandung & STIT Az Zahra Tasikmalaya, Awardee LPDP BIB 2025, Mahasiswa Program Doktoral Universitas Pendidikan Indonesia)






