URBANCITY.CO.ID – PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), mempertegas posisinya sebagai dirigen dalam ekosistem digital lifestyle nasional.
Melalui agenda Nuon Media Update 2026, perusahaan ini menyoroti urgensi kedaulatan digital guna menekan potensi value leakage atau kebocoran nilai ekonomi ke platform global.
Sektor media daring Indonesia diprediksi bakal menyentuh angka fantastis USD 10–12 miliar pada periode 2026–2027.
Dengan modal 190 juta konsumen digital dan 175 juta pemain gim aktif, Indonesia adalah pasar raksasa. Namun, CEO Nuon Aris Sudewo mencatat bahwa proses monetisasi selama ini masih banyak terpusat pada pihak asing.
Baca Juga: Jaga Koneksi Lebaran 2026, Telkom Akses Siagakan 20 Ribu Teknisi di Seluruh Indonesia
“Kami memikul mandat untuk menekan value leakage sekaligus memastikan ekosistem digital nasional tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar digital terbesar, kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Aris Sudewo dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.
Model Bisnis ‘Ecosystem Flywheel’
Strategi Nuon bertumpu pada penguasaan simpul distribusi yang terintegrasi dengan infrastruktur TelkomGroup. Dengan basis 158 juta pengguna seluler dan 11 juta pelanggan broadband, Nuon menerapkan model bisnis ecosystem flywheel.
Model ini menggabungkan penciptaan kekayaan intelektual (IP), platform distribusi, hingga sistem pembayaran dalam satu putaran ekonomi yang utuh.




