Salah satu inovasi kunci adalah penguatan Direct Carrier Billing (DCB) atau potong pulsa. Skema ini menjadi solusi jitu untuk menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked), sekaligus mempermudah akses ke konten premium.
Baca Juga: Telkom Dorong Ekonomi Inklusif Lewat Pemberdayaan Perempuan Penggerak UMKM
Garap Musik hingga Gim Lokal
Saat ini, Nuon mengelola berbagai lini bisnis digital yang saling bersinergi. Di sektor gim, terdapat UPOINT.ID sebagai layanan top-up dan distribusi.
Pada lini musik, Nuon mengandalkan Langit Musik serta layanan musik latar PlayUp untuk membantu monetisasi musisi lokal secara lebih luas.
Tak berhenti di situ, Nuon tengah menguji coba layanan Gaming-on-Demand bertajuk HELD dan memperkuat lini pengalaman langsung (live experiences) melalui Tiketapasaja.com.
Aris menegaskan bahwa fokus strategis tahun 2026 adalah pengembangan IP lokal guna meningkatkan daya saing kreatif domestik di kancah global.
Baca Juga: Telkom dan Huawei Teken MoU di MWC Barcelona, Perkuat Infrastruktur Data Center
“Dalam jangka panjang, integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif nasional sekaligus mendorong kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Aris.
Sebagai aset digital strategis dalam portofolio Telkom, Nuon diharapkan mampu mengubah wajah industri kreatif Indonesia dari sekadar penonton menjadi pemain utama yang mengendalikan nilai ekonominya sendiri. (*)






