Lebih lanjut, Meutya menekankan bahwa transformasi digital harus berlandaskan pembangunan infrastruktur yang merata, kesiapan sumber daya manusia, dan ruang digital yang aman. Ia menyampaikan, Komdigi terus memperkuat kerja sama dengan OJK dalam pengawasan ruang digital dan pemberantasan kejahatan siber.
“Kami sudah melakukan takedown kurang lebih 3 juta lebih, dan sebagian besar adalah terkait dengan judi online. Tapi tidak hanya itu, kami juga melapor kepada OJK 31 ribu lebih rekening yang terindikasi terkait dengan judi online, dan ditindaklanjuti dengan baik oleh OJK,” tegas Meutya.
Hasan Fawzi mengatakan global digital transformation secara global maupun nasional memiliki peluang pasar yang sangat terbuka. Transformasi digital pun kemudian menghadirkan ruang atau area yang menjadi implikasi penting saat dilakukannya transformasi digital.
Baca Juga: OJK Minta Perbankan Blokir 27.395 Norek Terindikasi Judol
“Dengan adanya transformasi digital maka akan terbuka ruang untuk adopsi dan menjadi lahan investasi yang baik di teknologi digital. Selain itu, digitalisasi diharapkan juga dapat mempercepat efisiensi dan membuka serta meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha. Selain itu juga akan menghadirkan user experience yang baru dan akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat. Transformasi digital juga harus selaras dengan agenda keberlanjutan lingkungan,” kata Hasan.
Selain seminar dan talkshow utama, pengunjung dapat menjelajahi talkshow di ministage yang menampilkan berbagai inisiatif terbaru produk dan layanan keuangan digital dari Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) serta penyelenggara ITSK. Ada pula sesi konsultasi langsung bersama OJK dan BI, networking session, hingga hackathon pitch dan onboarding QRIS yang semuanya dirancang untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas inklusi keuangan nasional.






