URBANCITY.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) dalam rangkaian acara GERAK Syariah 2026 di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan menyediakan panduan praktis bagi masyarakat dalam mengelola keuangan dengan sentuhan nilai-nilai religi yang relevan.
Buku saku ini dirancang sebagai instrumen inklusif untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat dari beragam latar belakang keyakinan.
Harapannya, masyarakat tidak hanya sekadar mengenal produk keuangan, tetapi juga cakap dalam perencanaan finansial demi kesejahteraan jangka panjang.
Baca Juga: OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce: Terbukti Melanggar Aturan Pasar Modal
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyoroti adanya kesenjangan yang lebar antara populasi Muslim di Indonesia dengan perilaku ekonomi syariah mereka.
Meski Indonesia memiliki basis populasi Muslim terbesar mencapai 244 juta jiwa, tingkat perilaku ekonomi syariahnya masih tergolong rendah jika disandingkan dengan negara tetangga.
“Jadi mestinya peningkatannya jauh lebih tinggi. Tapi apapun namanya, itu jauh lebih baik daripada datar seperti selama ini. Saya melihat ada kurvanya naik, saya juga mengikuti perkembangan tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini ada peningkatan, dan ini juga apresiasi saya kepada Ibu Kiki,” kata Nasaruddin Umar.
Perbandingan dengan Malaysia
Nasaruddin memaparkan data yang cukup kontras. Saat ini, perilaku ekonomi syariah di tanah air baru menyentuh angka 7,6 persen. Angka ini tertinggal jauh dari Malaysia yang telah mencapai angka 67 persen.




