Baca Juga: Tekan Risiko Greenwashing, OJK Perketat Klasifikasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
Oleh karena itu, kehadiran Buku ESA dipandang sebagai langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
OJK menegaskan bahwa Buku ESA mengedepankan prinsip universal yang dapat memberikan manfaat luas, melampaui sekat-sekat sektarian.
Dengan pendekatan yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, buku ini diharapkan menjadi “kompas” baru bagi keluarga Indonesia dalam mengatur arus kas hingga investasi syariah.
Komitmen Sinergi Berkelanjutan
Peluncuran buku ini sekaligus mempertegas komitmen OJK untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Fokus utama otoritas adalah menciptakan ekosistem di mana masyarakat tidak hanya terliterasi (paham), tetapi juga terinklusi (menggunakan) layanan keuangan syariah secara aktif.
Baca Juga: OJK Pacu Konsolidasi Bank KBMI 1, Dian Ediana Rae: Bukan Proses yang Tergesa-gesa
Melalui penyelenggaraan GERAK Syariah 2026 dan distribusi Buku ESA, pemerintah optimis kurva pertumbuhan ekonomi syariah akan terus menanjak, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat yang tangguh secara finansial dan berpegang pada nilai-nilai etika agama. (*)






