Baca Juga: Tekan Risiko Greenwashing, OJK Perketat Klasifikasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
“Dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat, menjangkau masyarakat yang lebih luas, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dicky.
Capaian Kinerja GERAK Syariah 2026
Data OJK menunjukkan lonjakan signifikan dalam aktivitas literasi dan inklusi sepanjang Ramadan tahun ini:
- Kegiatan Literasi: 1.283 kegiatan.
- Peserta Edukasi: 8.350.391 orang (naik 31 persen secara tahunan).
- Penghimpunan Dana: Rp6,83 triliun.
- Penyaluran Dana: Rp6,86 triliun.
- Dana Sosial Tersalurkan: Rp86,2 miliar kepada 266.421 penerima manfaat.
Lonjakan ini dianggap sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilih instrumen keuangan syariah sebagai solusi finansial mereka.
Baca Juga: OJK Pacu Konsolidasi Bank KBMI 1, Dian Ediana Rae: Bukan Proses yang Tergesa-gesa
Sinkronisasi dengan Ekonomi Riil
Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, yang turut hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa industri keuangan tidak boleh berjarak dengan sektor riil.
“Keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dengan aktivitas ekonomi riil, baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif lainnya,” tutur Ferry.
Ia berharap kemitraan strategis antara MES dan OJK terus berlanjut melalui program-program yang berkelanjutan untuk memastikan ekosistem ekonomi syariah nasional kian tangguh di masa depan. (*)






