Baca Juga: Restrukturisasi Massal: OJK Sebut 142 BPR Rampung Konsolidasi per Maret 2026
Rapor Kredit Program Prioritas Pemerintah
Selain transformasi model bisnis, OJK juga melaporkan kinerja intermediasi perbankan, khususnya Himbara, dalam mendukung program prioritas pemerintah. Hingga Januari 2026, tercatat pertumbuhan signifikan pada beberapa sektor krusial.
Realisasi KPR Bersubsidi mencapai Rp235,91 triliun, tumbuh 9,73 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun anggaran 2026 hingga Januari telah menyentuh angka Rp21,81 triliun kepada 369 ribu debitur.
Program baru seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai menunjukkan taji dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp1,21 triliun untuk sekitar 1.373 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Mitigasi Risiko NPL
Meski mendukung penuh akselerasi kredit pada sektor riil, OJK mewanti-wanti perbankan agar tidak mengabaikan kualitas aset. Risiko utama yang diidentifikasi adalah potensi lonjakan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) jika penyaluran dilakukan tanpa monitoring yang memadai.
Baca Juga: NPL KUR Himbara Menanjak, OJK Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Perusahaan Besar
“OJK mendukung jika Pemerintah memandang perlu melakukan penajaman program agar dampak penyaluran kredit dapat tepat sasaran tanpa menurunkan kualitas aset dengan risiko utama berupa potensi lonjakan NPL jika percepatan penyaluran kredit dilakukan tanpa seleksi dan monitoring yang memadai,” tegas Dian.






