URBANCITY.CO.ID – Istana Kepresidenan Jakarta membuka gerbang lebar bagi masyarakat umum pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026.
Berbeda dengan tradisi kaku tahun-tahun sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus agar acara gelar griya (open house) kali ini mengedepankan prinsip kesederhanaan dan memprioritaskan rakyat ketimbang jajaran pejabat negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden secara eksplisit meminta agar para menteri dan kepala lembaga tidak diwajibkan hadir.
Kebijakan ini diambil agar para pejabat dapat fokus pada agenda keluarga masing-masing, sekaligus menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi sebagian masyarakat di daerah.
Baca Juga: Lebaran di Huntara, Presiden Prabowo Salat Id Bersama Warga Terdampak Bencana Aceh
“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga. Karena beliau tidak ingin merepotkan barangkali ada agenda-agenda atau acara-acara keluarga. Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana, Sabtu sore.
Empati dan Kesederhanaan
Keputusan untuk membatasi kehadiran pejabat formal merupakan bentuk solidaritas sosial. Mensesneg menegaskan bahwa pemerintah mengimbau seluruh instansi untuk mengurangi kemegahan acara halalbihalal di tengah situasi sulit yang masih dialami warga di berbagai wilayah.
“Sebagaimana kami juga sampaikan melalui surat edaran bahwa kita diimbau, para pejabat pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk mengurangi kegiatan-kegiatan open house dan halalbihalal,” ucap Menteri yang akrab disapa Pras itu.




