URBANCITY.CO.ID – Di tengah sorotan publik atas stand up comedy-nya yang memicu kontroversi, komika Pandji Pragiwaksono memilih jalan dialog (bertabayyun).
Pada Selasa, 3 Februari 2026, ia mendatangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, untuk bertabayyun dan berdiskusi soal materi yang diangkat dalam acara Mens Rea pada 30 Agustus 2025.
Pertemuan itu berlangsung hampir dua jam, dimulai pukul 16.15 WIB, dan dilakukan secara tertutup. Pandji, yang datang dengan niat meluruskan materi komedinya agar tak menimbulkan kesalahpahaman, mengaku mendapat sambutan baik dari ulama MUI.
“Saya datang dengan niat menjelaskan maksud dari pertunjukan saya, termasuk sejumlah materi yang kelihatannya memang perlu dielaborasi,” ujar Pandji.
Baca Juga: Artis Korea Selatan Kang Seo-ha Meninggal Dunia Akibat Kanker Perut di Usia 31 Tahun
“Alhamdulillah, Pak Kiai menerima dengan sangat baik. Saya banyak mendapat masukan dan ilmu,” imbuhnya.
Pandji menekankan pentingnya introspeksi dalam berkarya. “Saya sadar sebagai orang yang berkarya, selalu ada ruang untuk bisa lebih baik lagi, lebih benar lagi. Itu yang diingatkan oleh Pak Kiai, dan saya sangat berterima kasih,” lanjutnya. Ia juga menegaskan, komedinya tak bermaksud menciptakan gaduh di masyarakat.
Dari sisi MUI, Ketua Bidang Fatwa Asrorun Ni’am menyebut pertemuan mendadak itu sebagai bagian dari peran lembaga dalam membimbing masyarakat. “Dalam pertemuan tersebut, MUI memberikan sejumlah saran kepada Pandji, khususnya terkait sensitivitas materi keagamaan,” ungkapnya.




