URBANCITY.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vannamei di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah.
Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi sektor perikanan tradisional menuju ekosistem budi daya modern berbasis teknologi.
Di atas lahan seluas 100 hektare tersebut, Kepala Negara menyaksikan langsung siklus panen ke-8 sekaligus meninjau proses sortir komoditas sebelum dilempar ke pasar.
BUBK Kebumen kini diproyeksikan menjadi cetak biru (blueprint) nasional untuk mendongkrak daya saing ekspor maritim Indonesia di panggung global.
Baca Juga: Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas Pangan Polri
Raup Ratusan Miliar dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Kawasan industri udang terintegrasi ini mengadopsi standar best practice internasional yang ramah lingkungan.
Tata kelola air diatur ketat lewat pemisahan saluran masuk (intake), kolam tandon, saluran inlet-outlet, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mencegah pencemaran ekosistem pesisir.
Dengan amunisi 206 petak kolam, kawasan ini mampu menghasilkan nilai produksi fantastis mencapai Rp67,2 miliar per siklus, atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun.
Selain menyumbang devisa, proyek strategis ini sukses menjadi motor ekonomi lokal dengan menyerap ratusan pekerja dari warga sekitar.
Presiden Prabowo menegaskan, tingginya produktivitas tambak modern ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk merebut predikat sebagai produsen udang nomor satu di dunia.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Ekonomi, Presiden Prabowo Minta Eksportir SDA Tak Simpan Uang di Luar Negeri
“Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar biasa 40 ton ya dan harganya sangat bagus, harganya 70 ribu (rupiah) per kilo. Berarti per ton 70 juta rupiah,” ujar Presiden Prabowo Subianto di lokasi tambak, Sabtu (23/5/2026).
Replikasi Massal dan Ekspansi Megaproyek ke Waingapu
Keberhasilan model tata kelola di Kebumen ini segera diadopsi secara masif ke wilayah Indonesia Timur. Pemerintah mengonfirmasi tengah menggeber megaproyek serupa dengan skala muatan yang jauh lebih masif di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare,” imbuh Presiden Prabowo.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menempatkan udang sebagai komoditas emas nasional. Melalui penerapan good aquaculture practices, pemerintah optimistis sektor akuakultur modern ini tidak hanya mengamankan rantai ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjelma sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian negara. (*)