“Program ini juga mencerminkan komitmen kami dalam mendukung semangat Undang-Undang Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001 untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing lokal,” jelas Ardi.
Baca Juga: Pertamina EP Mulai Bangun Fasilitas Gas di Lapangan Bambu Merah
Dukungan pun mengalir dari SKK Migas Wilayah Papua & Maluku. Wienarno, perwakilan dari Bidang Operasi, menegaskan bahwa keberlanjutan industri migas di timur Indonesia sangat bergantung pada kesiapan SDM lokal. Ia berharap PFA mampu memberikan efek domino bagi perekonomian daerah.
“Kami berharap peserta memanfaatkan momentum ini untuk menyerap ilmu sedalam-dalamnya dan membangun kompetensi profesional, agar ke depan talenta lokal mampu menjadi pemain utama yang menjaga kedaulatan energi di tanah Papua,” tegas Wienarno. (*)






